Cara Mengoperasikan Forklift Yang Benar

Forklift merupakan kendaraan berat yang berfungsi sebagai material handling untuk memindahkan barang. Cara mengoperasikan forklift tidaklah mudah. Dibutuhkan pengetahuan dan kemampuan khusus untuk bisa mengoperasikan forklift tersebut dengan benar.

Sebetulnya, tidak semua orang paham bagaimana cara kerja forklift, hanya mereka yang terbiasa bekerja di bagian gudang atau pemindahan barang - barang bermuatan berat.

cara-mengoperasikan-forklift-yang-benar

Cara Mengoperasikan Forklift Yang Benar

Jika Anda membeli atau menyewa forklift, maka Anda harus tahu bagaimana cara mengoperasikan forklift dengan benar.

Sebab, jika salah mengoperasikan akan berisiko terhadap keselamatan operator dan orang - orang yang ada di sekitar. Ada beberapa hak yang wajib Anda ketahui tentang bagaimana cara mengoperasikan forklift yang benar, sebagai berikut :

  1. Cek Kondisi Forklift
    Sebelum mengoperasikan forklift, sebaiknya Anda mengecek lebih dulu kondisi alat tersebut. Operator wajib melakukan pemeriksaan seperti komponen rem, kemudi, tiang, dan ban. Jika ada komponen yang rusak atau kurang berfungsi dengan baik, maka Anda harus memperbaikinya untuk memastikan semuanya aman.

  2. Gunakan Perlengkapan Pelindung Diri
    Memakai perlengkapan pelindung diri adalah hal yang wajib dilakukan oleh seorang operator forklift. Umumnya peralatan pelindung yang digunakan seperti helm, sepatu dan jaket hi-visibilitas.

  3. Operator Harus Terlatih
    Cara mengoperasikan forklift yang benar tidak terlepas dari kemampuan operator. Oleh karena itu, operator mesti terlatih dengan baik dan memiliki lisensi untuk mengoperasikan forklift.

  4. Perhatikan Kondisi Sekitar
    Sebelum menjalankan alat forklif, ada baiknya operator memperhatikan kondisi atau lingkungan di tempat kerja. Yang pertama, operator wajib mengikuti pedoman yang ada.

    Selain itu, perhatikan hal - hal lain seperti ketinggian aman dan beban lantai. Hal ini paling tidak mengurangi kesalahan akibat tingginya ban atau tiang saat memindahkan barang luar dan masuk gedung.

  5. Kemudikan Dalam Kondisi Nyaman
    Saat mengoperasikan forklift, pastikan operator berada dalam posisi duduk yang benar dan nyaman di dalamnya. Hal ini akan membuat operator mampu menjagkau semua kontrol peralatan yang dibutuhkan.

  6. Perhatikan Tiang Forklift
    Cara mengopersikan forklift yang benar berikutnya adalah selalu memperhatikan tiang forklift. Hindari siapapun untuk berdiri atau berjalan dibawh beban saat forklift mengangkat barang. Hal ini berisiko menyebabkan cedera atau kematian ketika beban terjatuh.

  7. Gunakan Forklift Dalam Kecepatan Aman
    Forklift sebagai alat berat mesti digunakan dengan kecepatan tertentu. Sebaiknya, forklift dikendarai tidak melewati batas kecepatan. Meminimalkan resiko tipping dengan mengambil sudut secara perlahan. Jika ingin berhenti atau mengubah arah forklift lakukan secara bertahap.

  8. Forklift Hanya Untuk Mengangkut Barang.
    Sebagai pemilik atau penyewa forklift mesti memahami bahwa forklift sedianya adalah kendaraan untuk mengangkut atau memindahkan barang. Maka dari itu, sebaiknya hindari membiarkan orang lain yang tidak berkepentingan naik kedalam atau berada ditiang saat operator mengopersaikan forklift.

    Temanizinku mempunyai layanan di bidang Riksa Uji peralatan industri dan instalasi dengan prosedur dan kinerja yang sesuai regulasi pemerintah dan standar yang berlaku.

    Konsultasi Riksa Uji Hubungi Tim Kami

    call-center-sertifikasi-smk3call-center-smk3


    Kami menawarkan Riksa Uji gratis konsultasi sesuai kebutuhan perusahaan Anda. Demikianlah informasi mengenai cara mengoperasikan forklift yang benar.

    email-temanizinku temanizinku@gmail.com
    web-temanizinku www.temanizinku.com
    instagram-temanizinku temanizinku_
    facebook-temanizinku temanizinku_
    tik-tok-temanizinku temanizinku_

    Selain Layanan Riksa Uji Temanizinku mempunyai lanyanan, Perizinan Perusahaan, Konsultan Sertifikasi ISO, Konsultan Sertifikasi SMK3, Konsultan Sertifikasi SLF, Konsultan Sertifikasi HKI, Laporan Akuntan Publik (Kemenkeu & OJK), Sertifikat Badan Usaha Jasa Konstruksi (SBUJK), Sertifikasi Kompetensi Kerja (SKK).